The London International Horse Show 2007!

This is a very special year for the show as we celebrate the centenary of the first international horse show ever to be held in the historic Grand Hall, Olympia. The Centenary Finale at the end of each performance will be a celebration of this event and we have a very special performance – our Centenary Gala Performance on the evening of Monday 17th December when the great and the good will be returning to relive Olympia.

This site is full of information and news about the show – and, of course, you can buy your tickets here – the box office goes on sale on Monday 25th June at 9am.
Olympia box office opens on Monday 25th June when tickets will be available to the general public for one of the most exciting Olympia Horse Shows in the past few years.

2007 is going to be very special as we celebrate the centenary of the first ever international horse show in the Grand Hall, Olympia. In addition the shows dates are moving closer to Christmas when more children will be on school holidays so we are expecting high levels of ticket sales.

Please make sure that you check the programme carefully as some of the performances and classes have been moved – for example, the Rolex FEI World Cup supported by H&M is now on Saturday 22nd December, having taken place on a Sunday in previous years.
Show History
In 1907, the First Royal International Horse Show took place in The Grand Hall Olympia . This year we celebrate the centenary of that event at Olympia 2007.

We are currently researching the early years of the show and more information will be available on this page and in the lead up to the show. In the meantime, here’s a little taste of the type of material we have found – Lord Lonsdale who is shown in the top left of the picture below, was the driving force behind the show in 1907. This picture is a part of a magazine spread that reviewed the show at the time.

Whilst we research more history of the show in its early years, there is comprehensive history of the show from the 1970s to the present day which can be found by clicking through on the dates to the left. (www.olympiahorseshow.com)

Info Product

Bits & Hackamores -  Horse Double Chain Leather Curb

Double Chain Leather Curb

Featuring strong latigo leather with a buckle adjustment at either end, this spot-welded double chain curb is rust-resistant. Available in Black or Burgundy leather.

JP Bits by Korsteel® Oval Mouth Loose Ring Snaffle.
Uniquely curved to prevent the bit from hitting the roof of the horse’s mouth and eliminates the nutcracker-like action that can pinch. Hand-polished Stainless Steel.

English Equipment -  Horse JP Bits by Korsteel® Oval Mouth Loose Ring Snaffle.

24 Horses Killed in Kentucky Barn Fire

by: The Associated Press

June 20 2007 Article # 9828

 

A barn fire at an award-winning American Saddlebred farm in south-central Kentucky killed 24 horses, the owner said Wednesday.

Seven colts and 17 mares were in the barn at 3-T Farm in Allen County when the fire broke out Tuesday morning, said Paige Tabor, one of the owners. All but one of the horses were American Saddlebreds, she said.

“When you lose a barn full, it’s overwhelming, but you just pick yourself up and find a way to go on,” Tabor said. The farm has about 300 horses, she said.

A farm worker reported the fire, Tabor said. Investigators were trying to determine the cause of the blaze, Halifax Fire Chief Tim Shockley said.

Tabor’s husband, Randy Tabor, and his father won the American Saddlebred Horse Association’s Breeders Award in 2002. Randy Tabor died in an explosion while working on an oil tank at the farm last year.

 

(thehorse.com)

Rasulullah Menganjurkan Berolah Raga

Oleh H. USEP ROMLI H.M. ADANYA kesan bahwa agama Islam “mengharamkan” olah raga sehingga negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, tidak memiliki prestasi menonjol di bidang olah raga.

Padahal, sesungguhnya tidak demikian. Nabi Muhammad saw, menurut sebuah hadis riwayat Imam Bukhari, menganjurkan para sahabatnya (termasuk seluruh umat Islam yang harus mengikuti sunnahnya) agar mampu menguasai bidang-bidang olah raga. Terutama berkuda, berenang, dan memanah.

Tiga jenis olah raga yang dianjurkan Nabi Muhammad saw itu, dapat dianggap sebagai sumber dari semua jenis olah raga yang ada pada zaman sekarang. Ketiganya, mengandung aspek kesehatan, keterampilan, kecermatan, sportivitas, dan kompetisi.

Zaman perang

Ketika Nabi Muhammad saw mulai menyebarkan dakwah Islamiyah di Jazirah Saudi Arabia, abad 7 Masehi, secara politik dan kemiliteran, dunia terpusat dalam dua kekuatan negara super power, yaitu Romawi di belahan barat dan Persia di timur. Di kedua negara tersebut, berkembang berbagai jenis olah raga yang mengandalkan kekuatan otot.

Di Romawi, pertarungan antara jago-jago berkelahi (gladiator) melawan binatang buas (singa dan harimau) atau sesama gladiator, merupakan hiburan menarik.

Sedangkan di Persia, gulat dan angkat besi menjadi primadona. Para juara gulat Persia, yang berhasil mengalahkan pegulat-pegulat dari luar negeri, mendapat penghormatan dan kedudukan istimewa. Raja Persia legendaris, Rustum dan Kaikobad, adalah para pegulat yang mahir menggunakan gada baja. Raja Rustum dan Kaikobad berhasil memadukan ketangguhan gulat dengan kemahiran angkat besi menjadi andalan di medan perang.

Antara Romawi dan Persia pernah terjadi perang. Semula, kejayaan para gladiator Romawi tak berkutik di hadapan juara gulat dan angkat besi Persia. Tetapi, pada perang pembalasan beberapa tahun kemudian, pasukan Romawi berhasil membalas kekalahan. Para pegulat Persia kalah. Peristiwa perang antara Romawi dan Persia ini diabadikan di dalam Alquran surat Ar Rum ayat 1-4.

Mungkin anjuran Nabi Muhammad saw agar umat Islam menguasai olah raga berkuda, memanah, dan berenang, terinspirasi oleh peperangan Romawi-Persia, yang hanya mengandalkan kekuatan otot perorangan belaka. Nabi Muhammad saw berpikir lebih maju lagi, peperangan Romawi-Persia kurang diimbangi kecerdasan otak yang membentuk kerja sama tim.

Olah raga berkuda, memanah, dan berenang, selain memerlukan kekuatan fisik, juga membutuhkan intelektualitas yang tinggi. Pada zaman kejayaan Islam, pasca-Nabi Muhammad Saw (antara tahun 750-1924), kekuatan para prajurit Islam benar-benar tertumpu pada keahlian berkuda, memanah, dan berenang.

Ketika menaklukkan Mesopotamia (Irak) dan Persia (Iran), pasukan Muslim terdiri dari para penunggang kuda yang piawai. Mereka juga harus mampu berenang mengarungi sungai-sungai Tigris dan Eufrat, serta menembus sasaran dengan panah (cikal bakal pasukan kavaleri dan artileri sekarang).

Begitu pula dengan pasukan Turki Ustmani di bawah Sultan Muhammad Al Fath. Ketika merebut Konstatinopel pada abad 14, harus terlebih dulu berenang mengarungi Selat Bospurus (karena laju kapal dihadang oleh armada Romawi Byzantium di sepanjang pantai), baru naik kuda untuk mengobrak-abrik pasukan musuh dengan serangan panah bertubi-tubi.

Bahkan pada zaman Nabi Muhammad saw, ketika terjadi perang-perang besar melawan kaum musyrikin dan kafirin, adu kepandaian berkelahi orang per orang –baik menggunakan tangan kosong, maupun menggunakan senjata (pedang atau tombak)– seakan-akan menjadi tradisi “pembukaan perang” massal.

Pada Perang Badar (bulan Ramadan tahun 2 Hijrah), misalnya, Sayyidina Ali dan Sayyidina Hamzah tampil melawan jago-jago berkelahi dari pihak kafir Quraisy. Setelah jago-jago Quraisy tersungkur mati, barulah perang massal dimulai.

Dalam keadaan berpuasa waktu itu dan berkekuatan 313 orang saja, umat Islam berhasil mengalahkan para musyrikin Quraisy yang berjumlah 950 orang dan dipimpin para pakar perang berpengalaman, seperti Abu Jahal, Abu Lahab, Abu Sufyan, dan Khalid bin Walid. Kemenangan kaum Muslimin dalam perang Badar tercantum dalam Alquran, surat Al Anfal ayat 1-10.

Setelah perang Badar, kekuatan militer umat Islam mulai terorganisasi. Ada pasukan berkuda (kavaleri) dan pasukan pemanah (artileri), serta pasukan darat (infanteri). Kondisi fisik mereka benar-benar terjaga, walaupun dalam keadaan aman mereka menjalankan profesi lain, seperti berdagang, mengajar, bertukang, dan sebagainya. Hanya, begitu dimobilisasi untuk menghadapi serangan atau harus menyerang, fisik dan mental mereka sangat siap.

Dari peristiwa perang yang langsung dipimpin Nabi Muhammad saw (disebut “gazwah”) atau direstui beliau tanpa ikut memimpin (disebut “sariyah”), kaum Muslimin nyaris tak pernah mengalami kekalahan fatal. Hanya kalah pada fase-fase tertentu, seperti dalam perang Uhud, akibat kelalaian pasukan pemanah mengantisipasi serangan pasukan kavaleri musuh. Namun segera dapat dikonsolidasikan kembali. Pasukan Islam berhasil lolos dari kekalahan meski kehilangan beberapa tokohnya. Antara lain, Sayyidina Hamzah.

Juga dalam perang Hunain. Ini akibat kelengahan pasukan Islam yang merasa takabur. Karena merasa kuat dan berpengalaman dalam perang-perang sebelumnya, mereka akhirnya kena sergap pasukan musuh yang memanfaatkan kelalaian. Ini pun dapat segera diatasi, setelah pasukan Islam mendapatkan kembali kesadaran kolektif dan tanggung jawab tugas masing-masing.

Prestasi gemilang umat Islam dalam berperang sambil menjalankan ibadah puasa, selain perang Badar, adalah “Futuh Mekah”. Penaklukan Kota Mekah pada tahun 8 Hijirah. Umat Islam yang sedang berpuasa, dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad saw, berhasil merebut Kota Mekah dari kekuasaan kafir Quraisy. Dengan demikian, umat Islam yang dulu harus hijrah (pindah) ke Madinah selama 8 tahun, dapat kembali ke tanah kelahirannya dengan penuh kebanggaan dan kegembiraan.

Setelah kejayaan umat Islam meredup –terutama setelah khilafah Islam Turki Ustmani runtuh (1924)– prestasi fisik dan mental umat Islam amat merosot. Mereka kehilangan kepercayaan diri untuk bersaing dengan umat atau bangsa lain. Akibatnya, banyak umat Islam menghindar dari berbagai ajang kegiatan yang membutuhkan ketahanan lahir dan batin itu. Bahkan, muncul anggapan bahwa permainan atau olah raga itu termasuk laghwun (sia-sia) dan ghafilun (lalai). Perbuatan itu dianggap mengandung unsur hura-hura dan melupakan urusan agama (ibadah).

Untunglah, akhir-akhir ini muncul kesadaran bahwa antara olah raga dan ibadah dapat dipadukan secara harmonis. Baik melalui pengaturan waktu (berhenti untuk salat dan mengurangi porsi latihan fisik untuk menjaga puasa), maupun pengisian kegiatan dengan menggunakan praktik zikir.

Setiap gerakan diisi dengan wirid yang mengandung pujian dan hubungan tak terputus dengan Allah SWT. Di beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim (termasuk di Indonesia), sekarang bermunculan model-model olah raga yang bertitik tolak dari zikrullah (senantiasa mengingat Allah). Hitungan, aba-aba, atau variasi nyanyian pemanis gerak menggunakan Asmaul Husna atau Shalawat.

Banyak ulama yang dulu mengharamkan olah raga, sekarang bersikap netral atau bahkan mendukung penuh, asal tetap dalam koridor zikrullah. Prestasi Arab Saudi (negara yang berlandaskan hukum Islam versi Wahabi yang sangat puritan dan fanatik) di bidang sepak bola, telah berkali-kali masuk putaran final Piala Dunia. Iran (negara Islam yang dikuasai kaum Mullah dan menganggap sepak bola sebagai representasi pelecehan terhadap Sayyidina Hussen oleh Yazid bin Muawiyyah, yang memotong kepala Hussein dan menendang-nendangnya), kini dapat dijadikan contoh.

Puasa Ramadan sendiri mengandung ajaran pengekangan hawa nafsu. Meredam amarah, melarang kebencian terhadap sesama, baik melalui tindakan maupun ucapan. Puasa Ramadan dapat menjadi sarana riyadlah (latihan) untuk menjernihkan pikiran dan mengekang emosi, mengatur kerja sama, dan menumbuhkan prasangka baik (husnuzan). Pendek kata, puasa Ramadan dapat menumbuhkan jalinan keharmonisan pribadi dan tim. Suatu hal yang amat dipentingkan dalam olah raga.

Selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat berolah raga dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta kebaikan dan kebajikan kepada sesama manusia.*** (pikiran Rakyat, Oktober 2005)

Lomba Pacuan Kuda Perebutkan Piala Bupati Kukar II


Suasana lomba pacuan kuda Bupati Cup II yang berlangsung di lapangan desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu
Photo: Agri

 


Salah seorang peserta memacu kudanya pada babak penyisihan lomba pacuan kuda kelas Sandel C
Photo: Agri
 

Camat Loa Kulu Edy Supiani saat memberikan sambutannya
Photo: Agri
 
 

Para joki bersiap-siap memacu kudanya masing-masing
Photo: Agri

Sumber:www.kutaikartanegara.com

Directory of South East Asian National Equestrian Federations

BRU
BRUNEI EQUESTRIAN ASSOCIATION

Jerudong Park
BG3122 NEGARA BRUNEI DARUSSALAM
BRUNEI
Telephone: (673 2) 612 347
FAX: (673 2) 611 432
e-mail: bea_brunei@hotmail.com

INA
PORDASI-EQUESTRIAN COMMISSION OF INDONESIA (ECI)

Wisma Mampang Lt.2

Jl.Mampang Prapatan Raya 1

Jakarta 12790

Telephone: (62 21) 79182134,  79182113

FAX:          (62 21) 7972492    

e-mail: info@equestrian-indonesia.org

           secretariat@equestrian-indonesia.org

website: www.equestrian-indonesia.org


MAS
EQUESTRIAN ASSOCIATION OF Malaysia

No.20, Persiaran Ampang
55000 KUALA LUMPUR
MALAYSIA
Telephone: (60 3) 4251 13 67
FAX: (60 3) 4257 68 48
e-mail:eam99@tm.net.my

MYA
MYANMAR EQUESTRIAN FEDERATION

Pyidaung Su Road North Dagon Township
YANGON
MYANMAR
Telephone: (230 ) 212 08 18
FAX: (230 ) 208 88 50


PHI
PHILIPPINE EQUESTRIAN FEDERATION

9/F, LPL Tower 112 Legaspi Street Legaspi Village
MAKATI CITY Metro Manila
PHILIPPINES
Telephone: (63 2) 840 11 11
FAX: (63 2) 810 30 60
e-mail: philippine_equestrian_federation@hotmail.com


SIN
EQUESTRIAN FEDERATION OF SINGAPORE

80 Mount Pleasant Road
298334 SINGAPORE
SINGAPORE
Telephone: (65) 6256 45 30
FAX: (65) 6256 67 15
e-mail: mpelowht@nus.edu.sg
website: www.efs.org.sg


THA
THAILAND EQUESTRIAN FEDERATION

206/665 Paholyotin Road Samsen-nai, Payathai
10400 BANGKOK
THAILAND
Telephone: (66 2) 615 03 51
FAX: (66 2) 615 03 52
e-mail: tef@thairiding.com

 

Menunggu Rekomendasi Bapak Gubernur

MENUNGGU sekian lama, impian Pengurus Daerah Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia Jawa Barat tentang sarana latihan beruda yang memadai mulai menunjukkan titik terang.  Setelah terkatung-katung kurang lebih dua tahun, surat izin yang diperlukan sebentar lagi ada di genggaman.

Sebagai cabang olahraga yang kurang terkenal, diam-diam cabang berkuda memberikan kontribusi signifikan pada prestasi Jabar di PON XVI Palembang. Saat itu, cabang berkuda mampu menyumbang lima emas dari total 76 medali terbaik yang dikumpulkan Jabar.

Prestasi maksimal juga ingin diberikan tim berkuda di PON XVII Kalimantan Timur. Apalagi, peluang sudah di depan mata mengingat empat atlet berkuda Jabar, yakni Endaryanto Bambang, Dikie Mardyanto, Asep Mulyawan, dan Andri Prasetiono tergabung di pemusatan latihan nasional SEA Games 2007.

Babak kualifikasi pun sudah dilalui. Atlet-atlet Jabar sudah dipastikan lolos dalam tiga nomor yang akan dipertandingkan, yakni tunggang serasi (dressage), lompat rintangan (show jumping), dan eventing. “Kita optimis bisa kembali memberikan hasil terbaik. Namun, tentu saja, untuk itu butuh sarana berlatih yang memadai,” ujar Wakil Sekretaris Umum Pengda Pordasi Jabar, Jejen Rusyana Diyan.

Untuk maksud ini, Pengda Pordasi Jabar sama sekali tidak membebani Pemerintah Provinsi  maupun KONI Jabar dalam hal pembiayaan. Sebab, klub Aswatama, sebagai tempat bernaung para atlet andalan Jabar memiliki keinginan untuk membangunnya secara swadaya. Tanah seluas kurang lebih 50 hektar di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung sudah dipersiapkan sebagai calon lokasi.

Sayang, sejak diajukan kurang lebih dua tahun silam, izin pembangunan tak juga didapatkan. Alasan yang muncul adalah karena sarana latihan dibangun di kawasan Bandung Utara yang merupakan daerah konservasi. Namun, Ketua Umum Pengda Pordasi Jabar, Letkol Kavaleri Ahmad Saefudin menengarai ada sebab lain. “Urusan birokrasinya lama sekali,” kata Ahmad.

Padahal, kata Ahmad, pembangunan sarana latihan tidak menggganggu konservasi. “Hanya sedikit saja tanah yang ditutup bangunan. Selebihnya adalah ruangan terbuka,” kata Ahmad yang mengaku gemas dengan lambatnya proses perizinan.

Pemilik klub Aswatama, Lina Arto Hardy juga menyatakan kegemasan serupa. “Kami berniat membangun sesuatu yang positif. Selain itu, saya juga ingin para atlet bisa mandiri. Sayang kalau keahlian mereka tidak bermanfaat maksimal. Kalau punya tempat sendiri, mereka bisa saja menjadi guru bagi murid-murid yang ingin serius menggeluti olahraga berkuda. Tidak seperti sekarang ini, mereka terus berlatih tetapi juga tetap bergantung pada klub “ ujar Lina.

Kini harapan mereka mendekati kenyataan ketika Bupati Bandung, Obar Sobarna, sudah melayangkan surat pada Gubernur Jabar, Danny Setiawan. Surat izin pembangunan akan keluar mulus dari Pemkab Bandung asal ada surat rekomendasi dari Gubernur Jabar. “Semakin cepat semakin baik. Jika pembangunan bisa dimulai bulan Agustus, tempat latihan bisa dipakai untuk persiapan PON 2008,” kata Ahmad.

Upaya seperti ini patut diapresiasi di tengah minimnya pembangunan sarana olahraga oleh pemerintah. Bahkan, bukannya membangun, kebijakan pemerintah justru banyak mengurangi sarana oahraga.

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.