Dressage/ Tunggang Serasi

Dressage adalah dasar semua pelatihan kuda dan dibutuhkan untuk semua nomor ketangkasan, tetapi dressage juga dinilai sebagai „Master“ berkuda karena nilai seni tinggi yang dimilikinya.

Tujuan  Dressage atau Tunggang Serasi adalah pengembangan fisik kuda dan keserasian penunggang dengan kuda. Keterampilan dan mutu yang baik terlihat dari ayunan langkah yang bebas dan sama rata, seolah kuda bergerak mudah dan tanpa beban. Kudanya memberi kesan bahwa ia melakukan semua gerakan dengan sendiri, karena pertolongan yang ringan dari penunggang tidak dapat terlihat lagi.

Dalam semua kompetisi, kuda harus menunjukkan tiga cara berjalan: Walk, Trot dan Canter, dan juga transisi dari dan ke berlainan cara berjalan dan dalam cara berjalan sendiri (collection – extension – collection).

Adapun tes dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Tes tingkat mudah mencakup gerakan seperti Halt (berhenti), Rein-Back (mundur), lingkaran kecil, Walk-Pirouette (berputar di tempat) dan gerakan menyamping. Tingkat sedang juga mencakup flying changes (ganti kaki di udara) di canter. Dalam tingkat Grand-Prix, yaitu yang paling sulit yang juga dipertandingkan dalam Olimpiade, adapun gerakan seperti Piaffe, dimana kuda memberi kesan seolah ia berjalan di tempat, dan Passage, yaitu trot dengan langkah yang lebih diayun, dengan “suspensi” dan  ke atas.
 
Dalam tes Freestyle to Music penunggang dapat menentukan sendiri lagu, koreografi dan urutan gerakan yang wajib diperlihatkan. Dalam Freestyle tersebut yang dinilai adalah kemampuan teknis dan pertunjukan yang artistik. Dalam bagian artistik juga sangat penting agar kuda dapat melakukan semua gerakannya seiring dengan irama musik.

 

Inilah cara judge Mrs.Clem Kelly (AUS) mendefinisi tunggang serasi:

Dressage adalah cabang olahraga olimpik – dan merupakan dasar dari semua nomor ketangkasan berkuda.

Selain menjadi olahraga yang sangat kompetitif, dressage juga merupakan kesenian. Yang dilihat adalah keindahan dan keanggunan seekor kuda yang atletis, lentur dan luwes yang bergerak sesuai dengan pertolongan yang sangat halus dari penunggangnya. Ia melakukan serangkaian gerakan yang diberikan nilai antara 0-10, mirip dengan olahraga senam lantai/ gymnastics. Dengan peningkatan kemampuan kuda yang  dicapai dalam waktu berberapa tahun, keselarasan dalam keserasian dan kepercayaan total didapatkan diantara kombinasi kuda-penunggang. Test dressage tingkat tinggi mengandalkan kesenian para master dressage klasik dengan tujuan akhir –  kesempurnaan total.

 

Menuju kesempurnaan dalam dressage harus melalui perjalanan yang sulit dan membutuhkan waktu berjam-jam penuh kesabaran selama bertahun-tahun. Pelatih/ penunggang harus mahir dalam ajaran kesenian dressage klasik dan kudanya pun harus memiliki bentuk fisik, cara bergerak dan kepribadian yang sesuai. Pelatih kuda/ penunggang juga harus dibekali oleh predeposisi psikologis yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan akhir yang menjadikan dressage sebuah kesenian: Grand Prix de Dressage.

Tidak cukup bahwa si penunggang harus memiliki kemahiran dan kudanya berbakat, mereka harus benar-benar menjadi sebuah kesatuan. Hubungan yang harmonis diantara kuda dan penunggang sangat tergantung dari kekuatan perasaan/ intuisi si penunggang dan kondisi mental kuda, hingga kiranya suatu tingkatan keselarasan yang mendekati kesempurnaan dapat tercapai.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s