Lompat Rintangan (Show Jumping)

Melompat rintangan adalah hal yang biasa dilakukan oleh kuda-kuda di alam bebas ketika mereka menghindar atau lari dari pemangsa. Zebra di kebun binatang juga terlihat melompati pohon tumbang dan rintangan lain untuk kesenangan mereka. Kemampuan lompat rintangan seekor kuda ketangkasan antara lain tergantung bakatnya dan membutuhkan pelatihan yang sesuai dan secara bertahap untuk mengajarkan teknik yang baik. Lompat rintangan melengkapi pendidikan dasar si penunggang maupun seekor kuda tunggang, dan pada umumnya latihan jumping dijadwalkan sebanyak dua atau tiga kali dari enam hari latihan per minggu.  

Nomor olahraga berkuda Showjumping atau Lompat Rintangan berasal dari kegemaran para penunggang Irlandia pada zaman dahulu. Karena tanah pertanian mereka sangat luas dan infrastruktur di „pulau hijau“ itu saat itu masih minim, mereka sering „potong jalan“ dengan melompati pagar, tembok dan rintangan alam yang membatasi dan memisahkan tanah-tanah pertanian mereka. Kebiasaan itu kemudian berkembang dan menjadi sebuah kompetisi tersendiri. Pada tahun 1752, kompetisi jenis Steeplechase pertama diselenggarakan. 

Pada kompetisi showjumping yang kita kenal sekarang, tujuan utama adalah menyelesaikan course atau lintasan yang telah ditentukan tanpa menjatuhkan rintangan. Course designer merancang lintasan yang berbeda untuk setiap pertandingan showjumping, dan dapat menyesuaikan tingkat kesulitan lintasan dengan jenis atau level pertandingan. Panjang lintasan minimal 150m, maksimal 1200m. Luas arena standar internasional adalah 90×45 meter, dengan alas/ ground pasir atau rumput.

Jenis rintangan merupakan rintangan lompat tinggi (misalnya vertical, upright, wall,  dengan tinggi maksimal 1,60m), lompat jauh (water jump, dengan lebar 2,5m sampai 4,5m) dan tinggi-jauh (oxer, triple-bar, tinggi maksimal 1,60m, lebar maksimal 2m dan 2,20m), dan rintangan-rintangan tersebut dapat berdiri sendiri atau digabungkan dalam kombinasi yang terdiri dari dua sampai tiga rintangan dengan jarak diantara dua rintangan minimal 6,5m dan maksimal duabelas meter.

Poles atau batang kayu/ dolken dengan panjang 3,5m atau 4m, berdiameter +/- 10cm, diletakkan pada cups  yang dipasang di sayap rintangan dan dapat jatuh apabila tersentuh kaki kuda.

Masing-masing rintangan diberikan nomor, dan arah melompat ditandakan dengan dua bendera yang dipasang di atas sayap rintangan, sebelah kanan merah dan sebelah kiri putih.

Peta lintasan atau course plan dipajang di papan informasi pertandingan. 

Sebelum bertanding, para penunggang berbusana pertandingan lengkap, terkadang bersama pelatih, menjalankan lintasan terlebih dahulu. Hal tersebut membantu penunggangnya untuk menghafalkan urutan rintangan dan mengukur jarak diantara rintangan guna menentukan strategi yang diambil untuk menyelesaikan lintasan sebaik-baiknya. Walaupun lintasan dibangun dengan ukuran metrik, yang dihitung pada saat walk the course adalah langkah penunggang empat banding satu, yaitu empat langkah penunggang sama dengan satu langkah atau stride kuda. Sebagai contoh: Dalam ukuran metrik jarak diantara dua rintangan misalnya merupakan sepuluh sampai sebelas meter. Kalau jarak yang diukur oleh penunggang adalah duabelas langkah, duabelas dikurangkan empat langkah untuk landing sama dengan delapan langkah atau dua stride kuda. 

Kebanyakan tipe kompetisi lompat rintangan mengandalkan kecepatan – ketepatan – kegesitan: tim penunggang-kuda harus mengatasi lintasan dengan 6 sampai 14 rintangan, dalam waktu tertentu, dengan kesalahan minimal.

Buku peraturan lompat rintangan cukup tebal, tetapi sebagai informasi dasar kami akan mengulas beberapa peraturan utama: Apabila seorang kompetitor melakukan kesalahan seperti menjatuhkan sebuah rintangan, menolak atau melebihi waktu yang diperbolehkan ia dikenakan faults atau angka kesalahan. Untuk setiap rintangan yang jatuh, dikenakan empat faults, begitu pula kalau kuda menyentuh air di water jump dan untuk penolakan. Peserta hanya diperbolehkan menolak satu kali. Pada penolakan kedua, judge bunyikan lonceng yang menandakan bahwa pesertanya eliminated atau tersisihkan dari putaran yang sedang dijalankan. Eliminasi juga terjadi apabila penunggang melompati rintangan sebelum lonceng menandakan start, apabila kuda enggan melewati garis start atau finish, dan kalau melompati rintangan yang salah atau dari arah yang salah. Jatuh dari kuda dan jatuh bersama kuda, juga menyebabkan eliminasi.

Untuk melebihi waktu yang diperbolehkan (time allowed), faults diberikan per satuan detik, tergantung tipe kompetisi. Waktu yang diperbolehkan didapatkan dari perhitungan panjang lintasan dengan speed atau kecepatan yang bervariasi antara 300m/ menit hingga 400m/ menit. Batas waktu (time limit) adalah dua kalinya waktu yang diperbolehkan, dan melewatinya menyebabkan eliminasi juga. 

Pemenang kompetisi adalah ia yang memiliki angka kesalahan yang paling kecil, dapat meyelesaikan lintasannya dalam waktu tercepat atau mengumpulkan point tertinggi, tergantung daripada tipe kompetisi. Salah satu jenis kompetisi lain adalah puissance atau adu lompat tinggi, dimana tinggi rintangan dapat mencapai dua meter lebih, atau kompetisi lompat jauh. 

Apapun jenis kompetisinya, showjumping selalu membuat para penonton tegang. Keaneka ragaman dan variasi kompetisi menambahkan segi atraksi baik untuk kompetitor maupun penonton.

Sumber:www.equestrian-indonesia.org

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s